Sajak Negeri Entah
By Antho M Massardi
Di Negeri Entah
Semua orang kini latah
Bukan hanya lidah
Seluruh organ tubuh sudah menjadi lintah
Bukan hanya mengisap darah
Tanah, air, dan minyak mentah
Kekayaan dan hasil bumi
Keringat dan pendapat, termasuk kehendak rakyat
dirampok, dijarah tanpa menyisakan celah
Tubuh-tubuh berbuih dan berbusa-busa penuh gibah
Setiap orang dari rakyat hingga pejabat
Berjanji dalam kampanye, berputar-putar dan menjilat
Semua partai politik bergagah-gagah
Tak lupa sambil menyumpah serapah
Semua pemimpin terdahulu dianggap salah
Mereka dimasukkan dalam keranjang sejarah
Seakan-akan yang dahulu dan sekarang terpisah wadah
Orang-orang serakah memang salalu pandai berkilah
Padahal sama-sama drakula pengerkah tanah tumpah darah
Di Negeri Entah, semua orang kini berkiprah
Reformasi dan demokrasi dianggap hadiah
Jabatan publik dan otonomi daerah di semua wilayah
Dijarah semua aliran politik secara berjamaah
Alim-ulama dan pejabat telah bejat dan tersesat
Berkhianat dan merampok seluruh tanah ulayat
Merampok rakyat dan menyengsarakan umat
Kesenangat dunia sesaat ditukar akhirat
Nikmat jasmani dianggap rahmat
Sungguh tanda-tanda kiamat sudah dekat
Laknat semakin menjerat rakyat
Tidak dianggap, Tuhan Mahamelihat
Catatan para malaikat pun sangat cermat
Tak ‘kan terlewat setiap perbuatan bejat
Pasti dihisab sangat dahsyat di akhirat
Hanya perbuatan iman dan takwa membawa rahmat
Dunia dan akhirat pasti selamat
Di Negeri Entah, semua orang seakan tampak ibadah
Ketamakan dianggap berkah
Kerakusan dibungkus sedekah
Kebejatan menjadi lumrah
Merusak agama dan ibadah dianggap sunnah
Harta haram jadah korupsi untuk ke Makkah
Pemimpin sesat penghujat al-Quran malah disembah
Di Negeri Entah, semua orang kini terperangah
Menjadi lintah di semua daerah dan wilayah
Ikut memerintah, ikut menjarah, ikut mengisap darah
Tak ada bedanya politisi, ulama, dan pemerintah
Semua mengulang kesalahan sejarah semakin parah
Di Negeri Entah, semua kini sudah menjadi sampah
Tak ada pejabat pemerintah yang merasa bersalah
Tak ada lagi tokoh masyarakat yang merasa terikat sumpah
Setiap orang saling menjarah dan merampok tanah, sawah, upah
Termasuk harga minyak mentah
Mereka lupa bahwa semua amanah Allah
Tak ‘kan luput dibalas jahannam walau seberat zarah
Di Negeri Entah, semua orang kini mendustakan agama
Lalai dari segala ibadah dan perintah Allah
Mengucapkan sumpah yang tidak dikerjakan
Mengumbar janji untuk dinafikan
Mengingkari amal saleh dan pamer sedekah
Menghardik anak yatim, menelantarkan orang miskin
Menganjurkan keburukan, memusnahkan yang halal
Yang haram entah di mana
Negeri-negeri seperti ini sudah banyak dikisahkan dalam Kitab Allah
Mereka dibinasakan dengan segala azab yang menistakan
Mereka dimusnahka dengan air bah atau awan panas
Semoga negeri kita diselamatkan dari semua fitnah
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu
dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku
tidak mengetahui hakekatnya. Dan, sekiranya Engkau
tidak memberi ampun kepadaku
dan tidak menaruh belas kasihan kepadaku
niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.”
Amin.
Rempoa, 22 Oktober 2008
Tidak ada komentar:
Posting Komentar